Selasa, 07 Januari 2014

Karakteristik Reservoir



Karakteristik Reservoir (Pengertian Umum)


                                                                       



Reservoir merupakan suatu tempat terakumulasi/terkumpulnya fluida hidrokarbon, yang terdiri dari minyak dan gas, dan air. Proses bisa terjadinya akumulasi minyak bumi di bawah permukaan haruslah memenuhi beberapa persyaratan, yang merupakan unsur-unsur suatu reservoir minyak bumi. Unsur-unsur yang menyusun reservoir adalah sebagai berikut : 


1. Batuan reservoir, sebagai wadah yang diisi dan dijenuhi oleh minyak bumi, gas bumi atau keduanya. Biasanya batuan reservoir berupa lapisan batuan yang porous dan permeable. 

2. Lapisan penutup (cap rock), yaitu suatu lapisan batuan yang bersifat impermeable, yang terdapat pada bagian atas suatu reservoir, sehingga berfungsi sebagai penyekat fluida reservoir. 

3. Perangkap reservoir (reservoir trap), merupakan suatu unsur pembentuk reservoir yang berupa suatu sinklin, yakni suatu bentuk cekungan, dimana nantinya akan terisi fluida, yang secara urutannya dari atas ke bawah adalah fasa gas, minyak dan air. 

Karakteristik suatu reservoir sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan penyusunnya, fluida reservoir yang menempatinya dan kondisi reservoir itu sendiri, yang satu sama lain akan saling berkaitan. Ketiga faktor itulah yang akan kita bahas dalam mempelajari karakteristik reservoir. 



1.  Batuan Reservoir

Batuan adalah kumpulan dari mineral-mineral, sedangkan suatu mineral dibentuk dari beberapa ikatan kimia. Komposisi kimia dan jenis mineral yang menyusunnya akan menentukan jenis batuan yang terbentuk. 

Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir dan karbonat (sedimen klastik) serta batuan shale (sedimen non-klastik) atau kadang-kadang vulkanik. Masing-masing batuan tersebut mempunyai komposisi kimia yang berbeda, demikian juga dengan sifat fisiknya. Komponen penyusun batuan serta macam batuannya dapat dilihat pada  Diagram di bawah ini. 



Diagram Komponen Penyusun Batuan
(Pettijohn, F. J., “Sedimentary Rock”, 1957) 


Unsur atau atom-atom penyusun batuan reservoir perlu diketahui mengingat macam dan jumlah atom-atom tersebut akan menentukan sifat-sifat dari mineral yang terbentuk, baik sifat-sifat fisik maupun sifat-sifat kimiawinya. Mineral merupakan zat-zat yang tersusun dari komposissi kimia tertentu yang dinyatakan dalam bentuk rumus-rumus dimana menunjukkan macam unsur-unsur serta jumlahnya yang terdapat dalam mineral tersebut.



2.  Fluida Reservoir

1.  Jenis Fluida Reservoir:
                Minyak: minyak berat & minyak ringan
                Gas: gas kondensate, gas basah & gas kering
                Air

2.      Sifat Fisik Fluida Reservoir
                       
a.      Densitas
      Definisi :
Perbandingan antara berat minyak (lb) terhadap volume minyak (cuft) pada kondisi permukaan Biasa dinyatakan dalam specific gravity





go = spesific gravity
ro = densitas minyak, lb/cuft
rw = densitas air, lb/cuft

b.      Viskositas Minyak

 Definisi :
Ukuran ketahanan minyak terhadap aliran, atau ukuran besarnya keengganan minyak untuk mengalir
Satuan :
           centipoise (cp) atau gr/100 detik/1 cm
            Dipengaruhi :
            Temperatur dan jumlah gas terlarut

c.       Faktor Volume Formasi Minyak
  Definisi :
             Perbandingan volume minyak dan gas terlarut pada kondisi reservoir dengan volume minyak pada kondisi standard (14,7 psi, 60oF)

d.      Kelarutan Gas dalam Minyak
    Definisi :
          Banyaknya SCF gas yang terlarut dalam satu STB minyak pada kondisi standar 14,7 psi dan 60 oF
          Dipengaruhi :
          Tekanan, Temperatur dan Komposisi Migas

e.       Kompressibilitas Minyak
      Definisi : Perubahan volume minyak akibat adanya perbedaan tekanan


Bob               : FVF pada tekanan buble point
Boi                 : FVF pada tekanan reservoir
Pi                   : tekanan reservoir
Pb                  : tekanan buble point

jenis fluida reservoir
Batuan yang menyimpan hidrokarbon dinamakan reservoir. hidrokarbon tersebut dapat berupa dalam fasa gas atau cair atau kedua fasa tersebut. Dalam industri perminyakan, terdapat 5 jenis fluida reservoir yang memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda. 5 jenis fluida reservoir tersebut adalah,
A. Dry gas

Pada dry gas, komponen utamanya adalah metana sehingga fasa gas adalah keadaan reservoirnya. bahkan, reservoir ini tetaplah berfasa gas mulai dari reservoir hingga ke permukaannnya. segala properti di reservoir dan di permukaan tidak berubah. berdasarkan data lapangan, reservoir ini memiliki initial GOR ≥ 100.000 scf/stb dan kandungan heptana plus sebesar 0,7 % mol
B. Wet gas

kandungan utama dari reservoir ini umumnya hampir sama dengan dry gas hanya saja lebih banyak kandungan hidrokarbon intermediate (C2 - C4). keadaan hidrokarbon di reservoir adalah berupa gas namun pada saat di permukaan, terjadi proses kondensasi akibat penurunan tekanan dan temperatur. perlu diketahui bahwa setiap reservoir ketika sedang diproduksi minyaknya maka baik tekanan maupun temperatur akan mengalami penurunan. dry gas juga mengalami penurunan namun karakternya yang berbeda menjadikan fas gas tetap terbentuk dari reservoir hingga ke permukaan. kondesat yang terbentuk di permukaan pada wet gas terbilang bernilai mahal sebab dalam perminyakan kita selalu menginginkan hidrokarbon berantai pendek yang memiliki heating value yang lebih besar. Berdasarkan hasil data lapangan, reservoir ini memiliki GOR sebesar 70.000 - 100.000 scf/stb dengan derajat API lebih dari 50

C. Retrograde gas

  1. komponen sebagian besar diisi dengan metana dan hidrokarbon intermediate.
  2. suhu reservoir berada pada suhu kritikal dan suhu cricondenterm (suhu tertinggi yang dapat dicapai).
  3. di reservoir terjadi kondensat saat tekanan turun mencapai kurang dari dew pressure. bila tekanan terus menurun maka liquid kembali menjadi gas
  4. properties di reservoir dengan permukaan berbeda
  5. field identification : GOR (8000 - 70.000 scf/stb), initial Specific Gravity Stock Tank Oil > 40 API, lightly coloured
  6. lab analysis : C7+ <12,5>
D. Black Oil
  1. sebagian besar reservoir minyak berupa black oil
  2. temperatur reservoir selalu lebih kecil daripada temperatur minyak
  3. nama lainnya adalah low shrinkage oil yang berarti sedikit penurunan tekanan menghasilkan sedikit penurunan persentase fasa cair
  4. field identification : GOR <>
E. Volatile Oil
  1. temperatur reservoir sedikit lebih rendah dibandingkan temperatur kritik minyak
  2. nama lainnya adalah high shrinkage oil yang berarti sedikit penurunan tekanan menghasilkan besar penurunan persentase fasa cair.
  3. field identification : GOR 2000 - 3300 scf/stb, SG oil 30 - 50 API, warna coklat tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar